Perjalanan cinta kami penuh dengan cerita indah yang terukir di setiap momen bersama. Setiap langkah yang kami ambil, setiap tawa yang kami bagi, dan setiap bisikan manis yang terucap di antara kami menjadi bagian dari kisah cinta yang tak terlupakan. Kemudian pada 19 Februari 2025, datanglah momen yang paling bersejarah dalam hidup kami. Septian datang ke rumah Nurul bersama keluarganya, membawa permohonan yang tulus dan penuh makna. Dengan tatapan mata yang penuh harapan dan kasih sayang, Septian menyatakan keseriusan dan meminta Nurul menjadi pendamping hidupnya. Dengan restu keluarga, kami mantap melangkah menuju babak baru dalam hidup kami, babak yang penuh dengan janji, harapan, dan cinta yang tak terbatas. Saat itu, kami tahu bahwa cinta kami bukan hanya sekadar perasaan, tapi juga komitmen untuk menjalani hidup bersama, dengan semua suka dan dukanya.