Kisah kami dimulai pada tahun 2018, saat kami masih duduk di bangku kelas 2 SMK. Siapa sangka, pertemuan sederhana di masa sekolah menjadi awal dari perjalanan cinta yang begitu panjang.
Saat itu, aku bukan seseorang yang ingin menjalin hubungan asmara. Namun, dia hadir dengan cara yang berbeda. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan keberanian dan kesungguhannya meminta izin kepada Ayah untuk menjadikanku seseorang yang istimewa dalam hidupnya.
Dari situlah hatiku mulai terbuka. Pada tanggal 27 Februari 2018, kami memutuskan untuk memulai sebuah komitmen, saling menjaga, saling menguatkan, dan belajar tumbuh bersama.
Setelah lulus sekolah, kehidupan membawa kami pada perjalanan yang baru. Dia memulai pekerjaannya di salah satu perusahaan F&B di Kota Serang, sementara aku pun memilih untuk bekerja hingga akhirnya merantau ke Jakarta. Jarak dan perubahan kehidupan menjadi bagian dari cerita kami. Bahkan, demi tetap berada di dekatku dan memastikan aku baik-baik saja di kota orang, dia pun memutuskan untuk berpindah tempat kerja.
Namun, perjalanan kami tidak selalu dipenuhi kebahagiaan. Pada tahun 2021, aku harus kehilangan cinta pertama dalam hidupku, Ayah tercinta, sebelum beliau sempat menyaksikanku berdiri di pelaminan dan menjadi wali dalam pernikahanku.
Ada rindu yang tak akan pernah selesai, ada doa yang selalu kupanjatkan, dan ada satu hal yang hingga kini membuatku bersyukur: laki-laki yang dahulu Ayah izinkan untuk menjagaku, masih tetap berdiri di sisiku, menjalankan amanah itu dengan caranya sendiri.
Bertahun-tahun telah kami lalui bersama, melewati perubahan, jarak, kehilangan, dan berbagai proses pendewasaan. Hingga akhirnya, kami menyadari bahwa perjalanan panjang ini bukan lagi sekadar tentang mempertahankan sebuah hubungan, melainkan tentang memantapkan hati untuk melangkah menuju kehidupan bersama.