Setiap mimpi yang kami gantungkan di langit, kami raih dengan peluh dan doa. Tidak selalu mulus, banyak badai yang menerpa, tetapi setiap badai justru menguatkan tekad untuk tetap menggenggam tangan satu sama lain. Tahun demi tahun berlalu. Kami belajar bahwa cinta bukan hanya kata manis, tetapi tentang bertahan, berkorban, dan memberi ruang bagi pertumbuhan. Saat aku lelah, ia menjadi rumah. Saat ia hampir menyerah, aku menjadi bahunya yang kokoh. Kami menulis banyak bab indah: perjalanan pertama, rencana masa depan, hingga janji bahwa apa pun yang terjadi, kami akan selalu saling mendukung. Hingga kini, setiap detik bersama terasa seperti anugerah. Kami tahu, waktu adalah rahasia. Kami tak pernah tahu kapan akhir datang. Jika kelak maut memisahkan, aku ingin dunia tahu bahwa kami telah menghidupkan cinta sepenuh hati. Cinta kami bukan sekadar kisah dua nama, tetapi bukti bahwa mimpi dapat digapai bersama, dan ketulusan tak akan pernah punah meski raga tiada.