Hingga suatu malam, hana memposting sebuah status WhatsApp—tidak penting, wandi membalas. Komennya ringan, tapi terasa hangat. Dari situlah semuanya benar-benar dimulai. Percakapan kami berlanjut, dari hari ke hari. Awalnya basa-basi, lalu jadi candaan, lalu jadi cerita-cerita pribadi. Tanpa kami sadari, kedekatan itu tumbuh. Bukan karena sering bertemu, tapi karena kami mulai saling memahami.