Semua bermula di kelas 7. Waktu itu, suasana masih canggung, semua murid belum saling mengenal satu sama lain. saya duduk di bangku barisan tengah, sementara dia kebetulan duduk tidak jauh di bangku depan. Pertama kali berkenalan pun sederhana, hanya karena guru meminta murid saling menyebutkan nama. Hari demi hari, kami mulai terbiasa. Ada kalanya saling sapa saat masuk kelas, atau sekadar melempar senyum waktu berpapasan di lorong sekolah. Rasanya biasa saja, tapi pelan-pelan tumbuh jadi sesuatu yang berbeda. Kenangan manis pun mulai bertambah. Misalnya, saat ada kerja kelompok, kami sengaja memilih kelompok yang sama. Atau saat jam olahraga, diam-diam saling menyemangati. Hal-hal sederhana itu jadi momen yang bikin hati berdebar. Semakin lama, semakin jelas kalau rasa itu bukan lagi sekadar teman. Kadang ada rasa cemburu saat dia terlalu asik ngobrol dengan orang lain, atau rasa bahagia yang sulit dijelaskan hanya karena bisa duduk di sebelahnya. Sampai akhirnya, di tanggal 12 desember 2017 kelas 9, salah satu memberanikan diri bilang suka. Sederhana, tapi jadi kenangan manis yang tak pernah dilupakan. Dan di situlah, perjalanan cinta sederhana yang dimulai dari bangku SMP menjadi cerita berharga yang selalu dikenang.