September tiba, membawa hembusan angin yang berbisik tentang rumah. Di tanah kelahiran kami, Demak, pandangan kami bertaut kembali, dan hati kami bernyanyi, “Kau adalah bait yang hilang dari puisiku”. Oktober menjadi saksi saat kami merajut ulang benang-benang cinta yang sempat tercerai, menjahitnya dengan utas rindu yang lebih kokoh, lebih abadi. Setengah tahun berlalu, keluarga kami bertemu, membawa doa-doa yang melilit hati kami dalam pelukan syukur. Pada 13 Agustus 2025, kami menorehkan janji suci, dan pada 14 Oktober 2025 nanti, kami menggoreskan stanza terindah dalam kitab cinta kami: Ikatan Pernikahan.